Trump dan sekutunya bersiap menghadapi vonis bersalah

Trump dan sekutunya bersiap menghadapi vonis bersalah. Trump dan sekutunya siap-siap hadapi vonis bersalah. Selanjutnya kejutannya datang

Kali selanjutnya bekas Presiden Donald Trump melangsungkan rapat umum kampanye bisa menjadi yang pertama untuknya sebagai terpidana penjahat.

Kapan hal itu bisa terjadi masih belum sempat di ketahui – salah satunya hal yang tidak di kenali mendekati pemilu yang tidak pernah terjadi awalnya, jadi lebih hebat karena peristiwa-kejadian yang terjadi pada pekan kemarin.

Vonis bersalah yang terbagi dalam 34 tuduhan yang di tetapkan di hari Kamis oleh juri Manhattan – hukuman pidana pertama untuk seorang bekas presiden – landing seperti bom di lanscape politik Amerika. Team kampanye Trump sudah lama siap-siap hadapi hasil ini. Menyiapkan calon dan simpatisannya untuk memperoleh hasil yang tidak memberikan keuntungan dengan jadikan kasus ini sebagai tontonan politik. Tetapi sekarang sesudah keputusan di ambil. Ketidakjelasan mengincar di balik tiap keputusan.
Tidak ada yang dapat menjelaskan dengan tentu bagaimana beberapa pemilih akan menyikapi peristiwa monumental ini. Atau bagaimana mereka akan pertimbangkan kepercayaan Trump dengan beberapa faktor lain – termasuk pandangan mereka pada. Presiden Joe Biden atau desas-desus yang memengaruhi keuangan mereka atau kesehatan individu seperti inflasi dan akses pada aborsi.

Sekalinya beberapa warga Amerika yang ragu pada akhirannya tidak di pengaruhi oleh keputusan juri, belum juga tahu apa mereka akan tertarik dengan calon yang bergolak dan partai yang pasti ingin membalasnya sakit hati.

Perasaan Trump untuk serang saat tersudut mulai muncul di hari Jumat (12/10) dalam waktu perpanjangan pertama berkenaan bagaimana dia punya niat untuk maju terus saat keputusan.

Trump dan sekutunya bersiap menghadapi vonis bersalah

Dalam pidatonya yang memiliki durasi 33 menit dan penuh keluh kesah di. Trump Tower, bekas presiden itu melemparkan pidato-pidato standard mengenai keamanan tepian dan pengendalian negara oleh Biden saat sebelum mencela beberapa orang yang dia anggap bertanggungjawab atas bahaya hukum yang di temuinya. Trump menyamai Juan Merchan, hakim yang memantau kasus ini. Dengan “setan” dan menyebutkan saksi khusus penuntut, bekas advokatnya Michael Cohen, sebagai “kantong kotor.”

Trump terus mengeklaim jika Biden ada di balik kasus uang tutup mulut di New York. Sebuah pengakuan yang kerap ia ulangi tanpa bukti.

Di akhir pidatonya, bekas presiden itu menyaratkan persiapannya untuk meneruskan kampanye sesudah habiskan dua bulan akhir beberapa waktunya di ruangan sidang Manhattan.

“5 November ialah hari terpenting dalam sejarah negara ini,” kata Trump di hari Jumat. Satu hari sesudah menjelaskan jika pemilu itu akan memberi “keputusan yang sebetulnya.”

Tetapi, belum juga tahu kapan Trump merencanakan sampaikan pesan ini. Kalendernya benar-benar kosong. Tanpa informasi acara public kedepan. Sebuah agenda yang di bikin untuk menampung pemikiran juri yang dapat bersambung tanpa batasan waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *